Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

Rahim Peradaban

secarik cerita dari kisah kelam... ia mengurung diri dalam takut yang tak kunjung menemukan rasa amannya  ia menghukum diri sendiri saat banyak pasang mata menghakimi caranya bersolek  ia membangun tembok pertahanannya yang tak kokoh itu ketika ruang aman berubah menjadi neraka dunia. jika tembok itu hancur, maka ia kembali mengingat kisah kelam itu ia kuat namun runtuh... karena tuduhan karena hinaan  karena penghakiman manusia ia bersembunyi... dibalik selembar baju yang kata orang harus tertutup agar kau tak tersentuh oleh pelecehan ia bersembunyi dibalik senyum manis namun kemelut pikiran terus mengulang-ulang kalimat menjijikkan itu  ia bersembunyi dengan tangan yang mengelus bahunya sendiri, seolah-olah berjanji bahwa pelangi sehabis hujan itu nyata  ia tak ingin memikat nafsu siapapun, namun ia dijadikan "objek" oleh otak kerdil tak bermoral hanya Tuhan dan dirinya yang berjaga-jaga atas segala kemungkinan yang terjadi yang melahirkan peradaban, tidak pan...

Pesan Ku

"yang cepat punya tujuan, yang lambat juga punya arah" sedikit kalimat penguat ditengah kehebohan panggung pencapaian. mendengar soraian tepuk tangan untuk mereka yang tak melamban, melihat banyak kekuatan diberi untuk mereka yang sedikit tak seirama.  namun sayang, ada sedikit ketidakadilan yang berdiri sana, digaris-garis perjuangan. ada yang kokoh oleh topangan tak terlihat, sedikit kalah waktu oleh mereka yang dilindungi dengan terang-terangan. ah...jalur langit itu sedikit menguras air mata namun hanya itu yang tersedia untuk yang tak punya "zona aman"  cacian dan hinaan untuk mereka yang hanya berbekal tekad namun pujian kemenangan untuk mereka yang memiliki posisi aman, sejelas itu ketidakadilan dan ternomalisasikan di negeri merah putih.   selamat! untuk mu yang jauh didepan sana, juga  selamat! untuk mu yang masih berperang  kita tidak berlomba, tidak bersaing. tidak harus cepat, namun jangan membodohi diri. luluslah dengan halal !