Postingan

"Pernah"

Aku semakin baik, sekiranya hatimu masih bertanya-tanya  aku menata semuanya kembali. merajut lagi kepercayaan walau kadang masih sering menggerutui bodohku dimasa itu. aku mengakui semua rasa yang tidak pernah ku tampakkan, walau kembali tercabik. aku kembali mengingat detail-detail luka untuk dapat pulih dengan utuh tidak ada yang buruk dari mu, pun juga dari ku. kita hanya belum berhasil dijalan kemarin, kita belum "seluas" sekarang. jika kemarin menjadi hari paling berbahagia, mungkin saja sekarang kita sedang berusaha mencabut pisau yang menancap disanubari berkat mu, aku mengerti bahwa kesalahan kadang hanya butuh pengertian bukan permintaan maaf. berkat mu, aku mengerti bahwa baik saja tak cukup.  aku kian kuat, barangkali kau masih meragu dengan pertahanan ku  kota ini tak sama dengan yang sering kita bincangkan di larut malam itu, dijam-jam kesenanganmu. udara disini merubah banyak kebiasaan ku, namun pesan mu ditahun itu masih jelas teringat kota ini tak sama de...

Hanya Singgah

cinta itu unik.  diawal, dia membuat kita merasa menjadi manusia paling penting, berharga, dan berbahagia sedunia lambat laun, dia terombang-ambing hingga melukai tempat dimana dia ada kadang ia tak bisa menahan bebannya hingga akhirnya beban itu menggores sedikit sebuah ketulusan jika ia melemah, maka perpisahan adalah akhirnya. jika ia kian kuat, badainya pun semakin kuat.  namun ada yang tak kalah mengerikan dari semua itu,  ketika kita bahagia saat dicintai padahal ia hanya singgah dari lelahnya merelakan kisah lampau.

Orangnya, Masih Dia?

masih di kota yang sama, arah jalan yang sama, tempat berteduh yang sama. nol pertemuan, namun ajaibnya, masih saja terlintas, masih saja hadir disela-sela senja menyapa. kadang malam membawa namanya. jadi, kita yang lihai menghindar atau menolak untuk benar-benar sembuh?

Rahim Peradaban

secarik cerita dari kisah kelam... ia mengurung diri dalam takut yang tak kunjung menemukan rasa amannya  ia menghukum diri sendiri saat banyak pasang mata menghakimi caranya bersolek  ia membangun tembok pertahanannya yang tak kokoh itu ketika ruang aman berubah menjadi neraka dunia. jika tembok itu hancur, maka ia kembali mengingat kisah kelam itu ia kuat namun runtuh... karena tuduhan karena hinaan  karena penghakiman manusia ia bersembunyi... dibalik selembar baju yang kata orang harus tertutup agar kau tak tersentuh oleh pelecehan ia bersembunyi dibalik senyum manis namun kemelut pikiran terus mengulang-ulang kalimat menjijikkan itu  ia bersembunyi dengan tangan yang mengelus bahunya sendiri, seolah-olah berjanji bahwa pelangi sehabis hujan itu nyata  ia tak ingin memikat nafsu siapapun, namun ia dijadikan "objek" oleh otak kerdil tak bermoral hanya Tuhan dan dirinya yang berjaga-jaga atas segala kemungkinan yang terjadi yang melahirkan peradaban, tidak pan...

Pesan Ku

"yang cepat punya tujuan, yang lambat juga punya arah" sedikit kalimat penguat ditengah kehebohan panggung pencapaian. mendengar soraian tepuk tangan untuk mereka yang tak melamban, melihat banyak kekuatan diberi untuk mereka yang sedikit tak seirama.  namun sayang, ada sedikit ketidakadilan yang berdiri sana, digaris-garis perjuangan. ada yang kokoh oleh topangan tak terlihat, sedikit kalah waktu oleh mereka yang dilindungi dengan terang-terangan. ah...jalur langit itu sedikit menguras air mata namun hanya itu yang tersedia untuk yang tak punya "zona aman"  cacian dan hinaan untuk mereka yang hanya berbekal tekad namun pujian kemenangan untuk mereka yang memiliki posisi aman, sejelas itu ketidakadilan dan ternomalisasikan di negeri merah putih.   selamat! untuk mu yang jauh didepan sana, juga  selamat! untuk mu yang masih berperang  kita tidak berlomba, tidak bersaing. tidak harus cepat, namun jangan membodohi diri. luluslah dengan halal !

Yang Dipanggil Pulang OlehNya

Kehilangan..... harap dan ingin ku bertekuk lutut dihadapanNya, ketika kehendakNya terjadi. seperti satu langkah maju dan tiga langkah mundur. duduk bersimpuh memohon pun tidak menghasilkan apa-apa, teriakan dan tangisan itu bergema diruang dingin, melihatnya terbujur kaku dalam peluk yang enggan terlepas. aku kehilangan...telah ku siapkan sebongkah cinta untuk ku beri namun aku tak menyiapkan satu pun kalimat perpisahan  semua bercampur. kacau. hancur. sakit. "jangan sekarang, Tuhan" tiga kata itu sempat terucap dengan sedikit lirih namun penuh harap, seolah-olah keajaiban masih akan terjadi.... Ia adalah sebaik-baiknya penulis kehidupan...Ia mengambil bunga tercantik ditaman bunga yang ku jaga, yang ku doakan, yang ku harapkan tetap ada,  Ia tempatkan bunga cantik itu ditaman indah buatanNya.  kini, bunga ditaman ku berkurang (lagi) dan aku, seperti sebuah lirik lagu....jarak ini terlalu jauh, kalau rindu aku tak mampu, soal ikhlas ternyata aku masih amatir, gengsi meny...

Mengganti Rumah

aku diam dalam tanya..... mengapa begitu cepat seseorang mengganti rumah lamanya? bukankah mencari rumah butuh banyak tenaga? waktu? butuh mempelajari bagaimana kondisi rumah itu? adakah retak didalamnya? apakah retaknya masih bisa diperbaiki? siapa penghuni sebelumnya? kisah apa yang pernah ada didalamnya?atau...adakah peluk yang masih meninggalkan bekas? apakah semudah itu mencari rumah baru dibanding memperbaiki rumah lama? kadang aku berpikir, mengapa tidak mengganti lampunya saja? membabat habis benalu yang hinggap? mengganti warna catnya? atau menyusun kembali kaca yang retak? mengapa dengan mudah semuanya berpindah seolah rumah baru menjanjikan 100% kebahagiaan sedang rumah lama hanya menyisahkan cerita kelam suram  serusak dan sehancur itukah rumah lama mu? -rumah yang bukan berupa tanah dan bangunan-