Selamat, ya!




Senja, 4 tahun yang lalu aku berperang dengan yang namanya kehilangan. rapuh dan hancur menemani ku sepanjang hari, malam selalu mendengar seorang gadis berdoa tanpa suara hingga mempertanyakan pada sang Pencipta, bagaimana caranya merelakan? ego ku masih ingin menggenggam semua yang ada, masih ingin berbincang pada tuan muda itu, masih ingin tertawa pada gadis-gadis gila yang selalu ku banggakan. aku yang salah, terlalu sibuk mempersiapkan tahun-tahun yang akan datang bersama mereka, aku lupa mempersiapkan diri untuk hidup tanpa mereka.

Senja, 3 tahun yang lalu aku belajar memulihkan diri, mencintai yang masih dapat ku genggam, menjaga yang masih berada disampingku. aku masih mencintai senja, namun sedikit membenci malam karena selalu mengingatkan ku akan kehilangan itu. mati-matian aku belajar ikhlas, lepas, padahal seribu kata "mengapa" masih terus menghantui. ada penerimaan yang tidak pernah ku pikirkan sebelumnya juga kekuatan baru untuk menerima semua yang tidak dapat digenggam lagi 

Senja, 2 tahun yang lalu aku mencoba perjalanan baru, mengisi tiap hari dengan kemacetan dan adaptasi yang mematikan. namun aku bahagia ditahun itu. bertemu langit baru, menelusuri jalan baru, menikmati waktu petang favorit ku, lalu menyapa malam dengan cerita seru.

Senja, sekarang aku berbahagia, sangat bahagia. Tuhan itu adil, menyeleksi banyak orang dalam hidup ku, untuk membuktikan cinta yang tulus seperti apa. 

"Selamat bertambah usia", aku mendapat ucapan itu hari ini karena aku dirayakan. aku mencintai mereka, selalu


Jangan ada yang pergi lagi, ya. Jangan ada yang hilang.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Bukan lagi) Manisku

"Pernah"

Akhir.